5 Mei 2011 - 19:30

“Kewajiban kita terkait masalah Bahrain adalah berdoa agar perjuangan masyarakat Islam Negara ini segera mendapat kemenangan."

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Murtadha Muqtadhai, petang hari kemarin (5/5) dalam ceramahnya pada seminar “Ahli Pemikiran luas dalam bidang Fiqh dan Faqahat” yang berlangsung di Yayasan kebudayaan Hasyim Zadeh Kashan berkata, ”Kewajiban kita berkaitan dengan masalah Bahrain adalah bersama-sama berdoa semoga perjuangan mereka segera mendapat kemenangan dan berdoa semoga Allah mengalahkan penkghianat al-Qur’an dan Islam Ali Su’ud.”

Beliau dengan mengisyaratkan pada revolusi yang terjadi dikawasan Timur Tengah dan Afrika Utara yang terilhami dari Revolusi Islam Iran berkata, “Bahkan para penentang Revolusi Islam Iran juga memiliki kesimpulan yang sama dalam hal ini bahwa pergerakan dikawasan Timur Tengah dan sekitarnya adalah dampak dari Revolusi yang terjadi di Iran.”

Pimpinan Hauzah Ilmiah Qom ini menambahkan bahwa sangat disayangkan hari ini Negara-negara Islami seperti Mesir, Bahrain, dan Tunisia kini merasa tidak memiliki seorang Rahbar.

Dengan mengisyaratkan pada penekanan bahwa pemberian jawaban untuk kebutuhan umat Islam menjadi tugas penting bagi Hauzah Ilmiah mengatakan, ”Para pemuda pelajar  mengetahui bahwa kesempatan untuk bisa mempelajari ilmu agama adalah salah satu nikmat dan taufik Allah swt dan untuk mensyukuri hal ini tidak lain adalah dengan belajar dengan sungguh-sungguh dan dengan baik;, karena sekarang ini Hauzah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.”

Anggota Khubregan Rahbar ini menambahkan, “Imam Khomeini sebagai salah satu hasil didikan Hauzah Ilmiah, telah mendirikan sistem didunia ini dan dengan membentuk Negara Islam telah mampu menakut-nakuti musuh-musuh Islam.”

Beliau pada bagian lain dari ceramahnya dalam kaitan dengan tanggal 12 Urdibehest sebagai hari peringatan kesyahidan Muthahari menerangkan, “Tidak ada keraguan bahwa Syahid Muthahari adalah salah satu penolong hauzah Ilmiah dan beliau adalah orang terbaik untuk menjadi suri tauladan bagi pelajar, guru dan para pemerdalam keilmuan.”

Beliau yang juga anggota Majelis Jami Mudarisin dengan mengisyaratkan pada kehadiran Syahid Muthahari  pada pelajaran yang diasuh Imam Khomaini ra, Ayatullah Burujerdi, dan Allamah Thabathabai dalam tahun yang panjang, berkata,” Ustad Muthahari walaupun sebagai salah satu pengajar Hauzah Ilmiah tapi ketika merasa bahwa landasan hauzah ini menemui kelemahan akhirnya beliau dengan ikhlas dan demi tanggung jawab pergi ke Universitas dan akhirnya beliau mampu memberikan dampak yang sangat besar pada dunia Universitas (yang notabene berada diluar dunia Hauzah)."

Beliau sekarang ini menginginkan para pemuda pelajar untuk mau mengkaji semangat belajar dari kehidupan Ayatullah Muthahari dan menjelaskan, “Tidak semestinya kita membiarkan berbagai subhat dan pertanyaan di tengah masyarakat tanpa jawaban dimana hal itu juga meliputi para mahasiswa dan para pemuda yang ada, sudah semestinya kita bisa memberikan jawaban, untuk itu kita harus merujuk pada warisan intelektual dan tulisan-tulisan Syahid Muthahari."

Ayatullah Muqtadhai melanjutkan bahwa buku-buku Ayatullah Muthahari tidak akan pernah usang, dan selalu mampu memberikan jawaban untuk kebutuhan masyarakat.

Dalam mengucapkan belasungkawa atas kesyahidan Sayidah Fathimah Zahra as berkata,” Maksud dari kita harus memiliki rasa cinta pada Ahlul Bait as pada dasarnya adalah dengan mengikuti langkah-langkah orang besar tadi dan mengamalkan kehidupan seperti yang mereka lakukan. Karena wilayah (kepemimpinan) Ahlul Bait adalah kelanjutan dari wilayah kenabian."

"Pada jaman Ghaibah mengikuti wali faqih juga salah satu bentuk ketatan pada Imam Zaman af, Nabi Muhammad saw dan juga Allah swt." Tegas beliau.

Beliau menekankan, “Dengan Lutf Ilahi Alhamdulillah sekarang ini Hauzah Ilmiah telah menjadi salah satu media penyebaran Ilmu-ilmu Ahlul Bait as ditengah-tengah masyaratkat. Dan tanggungjawab ini harus kita emban dengan sepenuh jiwa raga."

Ayatullah muqtadhai pada akhir ceramahnya sebagai ucapan terimakasih pada Ayatullah Namazi perwakilan wali fakih di Kashan dan juga pada Hujjatul Islam wal Muslimin Ismaili pimpinan Hauzah Ilmiah di Kashan menyampaikan, “Kapasitas yang sangat tinggi dari Hauzah Ilmiah Kashan, adanya hubungan dengan ulama yang begitu baik, dan para pelajar yang kaya hati, adalah modal perkembangan hauzah ilmiah dimasa-masa yang akan datang.”

Dikatakan bahwa pada akhir pertemuan ini dilakukan pemberian hadiah pada para pengajar Hauzah dan para pelajar hauzah yang memenangkan olimpiade ilmiah di Kashan.(*)